Langganan Internet ?

Sebuah amplop berwarna tergeletak di meja kerjaku. Tertulis di sana sebuah nama, menunjukkan surat itu untukku. 
"Opo kui Yul", tanya salah satu teman... "Ooo... iki tagihan internet bulanan" jawabku. 
"Langganan internet to? entek piro sesasi?" tanya dia.
"Yo mung satus ewunan sesasi" jawabku lagi. 
Diapun senyum separo bibir, alias rodok ngenyek... seolah mengungkapkan... masak habis ratusan ribu sebulan hanya untuk internetan. 
"Wah... iso nonton sing anyar-anyar no?" (maksudnya dia... bisa lihat bokep yang terbaru)
"Iyo... sak jeleh e" timpalku sekalian, walau dalam benakku... emang fungsi internet itu hanya untuk lihat bokep aja. ck ck ck....

Sobat, memang sebagian orang berfikir, ngapaiiin habis ratusan ribu hanya untuk internetan. Tapi menurutku, lain orang lain kepala, alias lain cara berfikir. Kebutuhan orang  itu berbeda-beda. Ada yang menganggap internet bukanlah suatu hal yang penting, tetapi ada sebagian lagi kalau internet untuk saat ini merupakan sebuah kebutuhan, bahkan bisa dikatakan kebutuhan pokok (wuluh... kayak sandang pangan papan aja ya...).

Sobat... dari sekelumit percakapan di atas tadi... aku juga tidak bisa langsung menyalahkan teman yang menganggapku boros. Mungkin baginya, internet bukanlah hal yang diperlukan untuk aktivitas kesehariannya. Namun bagi diriku, internet sebuah kebutuhan. Bagaimana tidak, dengan internet, informasi yang aku terima lebih cepat dibanding dengan media yang lain. TV misalnya, walau ada berita-berita terkini, namun disana syarat dengan manipulasi informasi, alias kadang hanya sebagai media pengalih isu-isu saja, dan banyak yang ditutup tutupi.  Atau beritanya soal itu ituuuu aja... seolah-olah masyarakat digiring ke opini tertentu pada sebuah kasus/masalah.

Aku ingat sekali, saat mengikuti ujian penyetaraan ijazah di Semarang... bisa dikatakan, soal ujian 70% adalah isu-isu terkini. Dan aku merasakan betul manfaat internet, informasi selama ini yang aku baca dari internet keluar dalam soal ujian tersebut. Yaaah... ini hanya contoh kecil....

Ada kejadian lucu, suatu ketika datang temanku bersama beberapa orang temannya (mahasiswa baru ) ke rumahku. Melihatku sedang online, salah seorang dari mereka nyeletuk "Aku mbiyen yo sok seneng internetan, sering nggawe Google, karo dolanan Yahoo, tapi saiki aku wis lali". (wkkkk... dalam benakku tertawa) Mungkin maksudnya dia ingin menunjukkan kalau dia ini tidak gaptek. Namun dari kalimatnya justru memperlihatkan kalau dirinya katrok...
Mau anak istri, atau bahkan diri kita sendiri seperti ini 'Guuuuaptek' (saking gapteke)

Sobat... singkatnya, menurutku bukannya sia-sia, namun hanya masalah waktu saja. Dan bukannya tidak berarti, tetapi bisa jadi kita sendiri yang salah mengartikan. Bukannya tidak bermanfaaat, tetapi mungkin kitalah yang tidak  bisa memanfaatkannya. 

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails
Ada kesalahan di dalam gadget ini