Tuhan itu tidak ada...

Sebuah percakapan yang mungkin bisa menjadi bahan renungan. Sekelumit percakapan yang terjadi di ruang kecil hanya 2 x 3 meter, yang terpajang cermin, gunting dan alat cukur lainnya… Percakapan itu antara seorang tukang cukur dan pelanggannya.


Untuk memecahkan keheningan suasana, saat si tukang cukur mencukur kepala pelanggannya mencoba membuka percakapan,

"Terlintas di benak saya, aku merasa Tuhan itu tidak ada… kalau Tuhan itu benar-benar ada, tentu tidak akan ada orang susah di dunia ini… tidak ada orang yang demo karena naiknya BBM, tidak ada yang mencuri karena sudah kecukupan kebutuhannya… intinya tidak ada orang yang susah kalau Tuhan itu ada ".

Seolah tidak ingin didebat… mendengar ucapan si tukang cukur, pelangganpun hanya diam dan senyum kecil saja…

Setelah selesai rambut pelanggan itu dicukur, pelanggan pun membayar dan pergi. Namun baru selangkah keluar dari pintu, pelanggan itu kembali…

"Saya masih memikirkan apa yang bapak ucapkan tadi… kalau Tuhan itu tidak ada… Namun kok saya juga bisa mengatakan kalau di dunia ini tidak ada tukang cukur…" ucap pelanggan.

"Bagaimana anda bisa mengatakan demikian… saya ini sudah buka usaha ini puluhan tahun, dan apa anda tidak baca pintu di luar "POTONG RAMBUT"… itu artinya di sini ada tukang cukur" si tukang cukurpun membantah

Pelanggan menjawab "Saat saya keluar tadi… saya melihat ada orang yang rambutnya gondrong dan tidak terawat… kalau di dunia ini ada tukang cukur, tentu tidak akan ada orang yang seperti itu… pasti semua orang rambutnya terlihat rapi dan tidak gondrong"


"Sudah saya katakan tadi, kalau saya buka usaha ini sudah bertahun-tahun dan bukanyapun dari pagi sampai sore… kalau ada orang yang berambut gondrong dan tidak terawat… itu karena mereka tidak datang kemari dan merapikan rambutnya di sini". Bantah si tukang cukur lagi.

"Justru itu yang ingin saya katakan kepada Bapak… ucapan bapak kalau Tuhan itu tidak ada karena banyak orang yang susah … Sebenarnya itu bukan karena Tuhan itu tidak ada, tetapi orang-orang yang susah itu yang tidak mau datang kepada Tuhan… bukankah Tuhan itu Maha Memberi, membuka pintu rizki bahkan 24 jam… tidak sedetikpun Tuhan itu lalai. Walaupun harga BBM naik empat kali lipat… kalau kita yakin Tuhan akan memberikan rizki, dan kita berusaha untuk itu… pasti Tuhan akan mencukupi kebutuhan kita… tidak perlu kita mencuri bahkan meminta-minta… selama mau berusaha dan yakin akan kebesaranNya… permasalahan hidup ini akan teratasi". Setelah memberi jawaban ini, sang pelanggan pun pergi…

(materi kajian yang disampaikan oleh H. A. Sulthoni, M.Pd)



Technorati : ,

Del.icio.us : ,

Zooomr : ,

Flickr : ,

5 komentar:

Farix Sanquilicuor (Faris Hardiyanto 177) mengatakan...

Artikel yang menarik, tentu ada.. kalo gak ada ya mana mungkin kita ada..

Tamara Bidari mengatakan...

Iya benar, ini jawaban yang saya tunggu selama ini. :)

Mieny Angel mengatakan...

Mieny baca ampe kelar.... Duhai Pak tukang Cukur.. mengertilah siapa yang menghidupkan dan mematikan kita

Yuli Panca mengatakan...

@Farix and Tamara : thanks' udah komen.... and berkunjung di gublog reot lintasuara wkkk...

jempol guede buat @mieny, emmm.... (ternyata masih aktif nge-blog juga... he2)

3Fortune Indonesia mengatakan...

Artikelnya menarik sekali, salutt. Keep posting gan...

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails
Ada kesalahan di dalam gadget ini