Strategi Barat soal "Rokok"

Bertambahnya jumlah perokok di Indonesia tak lepas dari strategi barat yang mempromosikan rokok ke negara berkembang. Mereka memasarkan rokok ke negara kita tidak dalam bentuk rokok melainkan sebagai gaya hidup. Mereka ingin menyamakan rokok dengan coca cola, Mc. Donald,atau levi's. Hal ini secara jelas disampaikan secara resmi oleh laman Persatuan Industri Rokok Amerika Serikat.

Perokok remaja /perokok pemula bertambah karena rokok sebagai sponsor utama pada acara2 musik, olah raga atau even2 yang disana digandrungi oleh para remaja. Bahkan penyamaran iklan-iklan rokok terlihatjelas di layar kaca. Disamarkan bahwa perokok tampaklebih kuat,gantle,smart (baca bahwa rokok itu tidak berbahaya/mengganggu kesehatan)

Seperti yang diungkapkan Kartono mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ekspor rokok Amerika Serikat ke negara-negara berkembang di Asia sejak 1970 hingga 1990 naik 300 persen. Sementara di dalam negeri Amerika sendiri, karena peraturan yang ketat, konsumsi rokok dapat ditekan hingga tinggal 20 persen.

Hal ini jelas-jelas menunjukkan bahwa negara berkembang dicekoki oleh barat, dibuat sedemikian rupa  bahwa rokok merupakan gaya hidup, dijadikan atau disamakan dengan kebutuhan pokok.

Selama hanya sebatas himbauan-hembauan saja atau tidak ada tindakan tegas dari pemerintah, maka jumlah perokok negara kita akan bertambah.  

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails
Ada kesalahan di dalam gadget ini